Asam keueng merupakan salah satu masakan khas Aceh yang tampilan dan rasanya sebenarnya mirip-mirip dengan gulai asam padeh dari Padang. Bedanya pada asam padeh, komposisi cabai merahnya cukup banyak sehingga tampilan kuahnya tampak merah membara. Sementara asam keueng walau bercita rasa pedas dan asam juga namun menggunakan porsi kunyit lebih banyak sehingga warnanya terlihat kekuningan. Perbedaan lainnya adalah pada jenis asam yang digunakan, umumnya asam padeh menggunakan asam kandis yang terbuat dari buah tanaman Garcinia xanthochymus yang dikeringkan, sedangkan asam sunti terbuat dari buah tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi). Dari segi rasa maka asam sunti memberikan rasa asam yang lebih lembut, unik dan tidak setajam asam pada asam kandis. Saya sendiri lebih suka rasa asam yang dihasilkan oleh asam sunti, karena walaupun kita masukkan cukup banyak ke dalam masakan tidak secara drastis membuat rasa masakan menjadi terlalu kecut. Selain penggunaan asam sunti, masakan asam keueng juga menggunakan daun rempah bernama daun kari atau salam koja. Daun ini memberikan aroma khas kari yang lembut membuat masakan asam keueng anda menjadi lebih spesial.
Asam keueng yang berarti asam pedas memiliki rasa yang nano-nano, asam asin pedas menjadi satu dalam kuahnya yang kekuningan. Tidak hanya terpaku pada ikan yang bisa anda gunakan, udang pun lezat untuk diolah dengan cara ini. Umumnya masyarakat Aceh menggunakan periuk tanah liat untuk memasaknya tetapi dengan wajan pun (seperti yang saya pergunakan) tetap lezat.
Asam keueng yang berarti asam pedas memiliki rasa yang nano-nano, asam asin pedas menjadi satu dalam kuahnya yang kekuningan. Tidak hanya terpaku pada ikan yang bisa anda gunakan, udang pun lezat untuk diolah dengan cara ini. Umumnya masyarakat Aceh menggunakan periuk tanah liat untuk memasaknya tetapi dengan wajan pun (seperti yang saya pergunakan) tetap lezat.
Sumber : Just Try and Taste
0 komentar :
Posting Komentar